Kamis, 28 Agustus 2008


The Power of Feedback
Ketika mnjadi ketua tim kreatif dlm satu panitia, saya mmiliki satu tim yg siap mnjadi partner utk mnyukseskn acara tsb. Langkah pertama, ciptakan satu sistem sbg kerangka proses kerja tim ini. Ketika mmpresentasikn krangka tsb, ada tiga peluang yg akan didptkn dr teman2 satu tim; (a) umpan balik yg positif; (b) umpan balik negative; atau (c) tdk mndptkn umpan balik sama sekali. Kreativitas mnjadi salah satu yg brperan dlm ksuksesn acara tsb. Apa yg terjadi ketika saya mndptkn umpan balik ositif, negative, or dicuekin? Apakah mnaikkan kreativitas, mnurunkan or tdk brdampak sama sekali alias datar2 saja? Dari sini, saya bisa mngenal diri saya lebih jauh, apakah saya trmasuk apa yg dsebutkan oleh Mc Clelland sbg seorang yg mmiliki need of achievement tinggi atau need for power yg tinggi? Nampaknya tipis utk mngatakan saya mmiliki orientasi brprestasi alih2 sbg orang yg lebih trtarik pd kkuasaan. Ternyata, umpan balik & kreativitas bisa mnjadi sinar penolong bagi diri kita. Ingin Brprestasi or Berkuasa? To be fair, saya hrs kembali mrenungkan & melihat apa yg dmaksud dgn kbutuhan brprestasi & brkuasa, mesti mngerikan dgn resiko mlihat diri saya trnyata nantinya lebih ingin mnguasai ktimbang brprestasi, but I have to Need of power is need to exert influence/impact on others, and simultaneously, to experience recognition and acclaim for these power oriented - activities (Winter,1973) Need of achievement is striving a perform well against a standard of excellence (Mc Clleland, 1985)
Mulai terlihat prbedaannya di mana kkuasaan mnekankan pd kbutuhan utk mnundukan orang lain, smentara prestasi lbh mmbidik nilai/ standar umum utk dilampaui. Jika saya lbh peduli mnantang diri sendiri utk mlakukan sesuatu dgn sempurna, tanpa terlalu mngindahkn orang lain utk menoleh dan mmakukan pandangannya pd diri saya, sepertinya saya masuk dlm kelompok orang yg berorientasi pd prestasi. Tapi saya juga curiga ketika merasa akan begitu kecewa pd umpan balik yg negative, jangan2 saya lebih mnginginkan mnguasai orang lain???? Sebaiknya jgn cepat mnyimpulkan dulu, mari kita lihat, apa itu kreativitas sbenarnya. Saya Orang Kreatif? Tentu, mmandang diri sbg orang yg kreatif adalah godaan yg sangat mnggiurkan, bahkan rasanya saya akan langsung mngangguk mngiyakan jika anda mnanyakan pd saya, saya akan mngangguk sebelum kalimat anda selesai. Sebab narsis adalah keindahan, & siapa yg tak suka keindahan? Namun, tolong garis bawahi penemuan ini, bahwa baik orang kreatif dan orang brprestasi sama2 jatuh cinta pd segala ssuatu yg mngandung resiko dgn level medium. Zona aman, tidaklah mnarik, bahkan cenderung mmbosankan, paling lama hanya akan bertahan dalam skala 3 dr rentangan 10. Orang yg kreatif lebih terbuka trhadap pengalaman baru, lebih tdk defensif dr pd orang yg tdk kreatif dlm mnerima informasi baru. Karakteristik lainnya, orang kreatif mnunjukkan kteguhan hati & ktekunan. Apakah kemudian, kreativitas identik dgn kompleksitas or krumitan? Dinamika yg terjadi tdk sesederhana itu, orang kreatif mmang tertarik pd kompleksitas bahkan ketdkberaturan, bukan semata krn keruwetan itu, mlainkan krn kkayaan hubungan yg trkandung di dlmnya. Orang kreatif tdk akan trbeban oleh perasaan cemas dlm mngolah krumitan yg bisa berujung pd kkacauan, melainkan justru akan mmprsembahkan suatu karya yg cantik. Kompleksitas & ketidakberaturan mnantang diri yg mmiliki kbutuhan kuat utk mngolah kmampuan lebih utk meraih lebih dr apa yg hanya terlihat di prmukaan. Suatu medan pngalaman yg sangat mnantang utk dijelajahi dlm mncapai apa yg kemudian bernama prestasi. Kreativitas mnghasilkn solusi inovatif, mnunjukkn prbedaan dan orisinalitas yg tdk biasa namun tetap praktis. Kompleksitas mnghasilkn solusi yg mmiliki hubungan kompleks & integrasi dr bagian2 dgn prosesnya. Umpan balik utk mngenal faset diri, apakah mmang mmiliki orientasi prestasi atau kkuasaan, kreativitas belum cukup mmberikan gambaran, krn ada dinamika yg berperan penting dlm menghantarkan itu, yakni umpan balik. Umpan balik positif trnyata memacu kreativitas orang yg berorientasi prestasi maupun kkuasaan. Mengapa? Hal ini menjadi dukungan yg sekaligus tantangan, utamanya bagi orientasi prestasi utk meraih suatu pencapaian yg signifikan. Smntara bagi orientasi kekuasaan, ini juga sbg sinyal positif bhw peluang utk mnguasai/mmpengaruhi orang lain bisa tercapai.
Umpan balik negative masih mnjadi modal postif bagi orang yg berorientasi prestasi, namun mnjadi hantaman bagi mereka yg lebih berorientasi pd kekuasaan। Ingat, orientasi prestasi lebih condong utk menaklukan standard/nilai/pencapaian usaha, maka umpan balik negative menjadi tantangan yg semakin memacu kmampuan diri mereka. Sebaliknya bagi si haus kekuasaan, ini berarti pukulan kekalahan, suatu alarm yg mnunjukan trtutupnya pintu utk menguasai orang lain. Apa yg terjadi ketika yg hadir adalah emang gue pikirin alias tdk ada umpan balik?

Orang Lain sebagai Cermin Diri
Kilauan prestasi terkadang mmbutakan kita utk merasa yakin kita adalah selalu ingin mmpersembahkn yg terbaik. Jebakan yg menganga ternyata juga menempel erat dlm diri kita, yaitu keinginan utk mnguasai orang lain, alih2 utk mnemukan keunggulan diri. Beruntunglah, kita sbg makhluk social, kita memiliki banyak cermin yg mmungkinkan kita utk melihat beragam faset dlm diri kita. Dalam interaksi dgn orang lain, kita mnjadi tahu dr reaksi yg kita dptkan dan kita hasilkan selanjutnya.Bukan pd jenis pekerjaan yg mnuntut kreativitas, melainkan pd motivasi orangnya. Umpan balik akan sangat efektif pd orang2 yg mmiliki motivasi brprestasi ketimbang motivasi kekuasaan.
Hmm, cukup mngerikan juga kalau demikian, apabila ternyata saya menjadi super jengkel pd umpan balik negative dan mnurunkan kreativitas diri, berarti saya ?????

Tidak ada komentar: